MEMBANGUN BOJONEGORO DARI SISI EKONOMI SOSIAL DAN LINGKUNGAN HIDUP
Tulisan ini saya tulis pertama tahun 2012 untuk mengikuti lomba membangun bojonegoro tapi belum berhasil memenangkannya.. saya share semoga berguna bagi pembaca.. mohon maaf jika dalam menulis saya kurang tepat dan kurang baik.. hehehe...
tulisan ini diawali dengan pertanyaan yang saya beri kode SOAL PERTAMA, KEDUA dan seterusnya: selamat membaca.
SOAL PERTAMA : (Mewujudkan Daya
Tahan)
Kelas X (Sepuluh)
merencanakan piknik, kali ini dipilih ke Pulau Junda.
Sebuah pulau yang belum dihuni manusia. Dan dari buku
Geografi hanya dijelaskan bahwa pulau tersebut
punya pantai yang sempit yang hanya bisa untuk
mendarat tongkang, tidak ada listrik. Pulau
kecil dengan luas 30,29 hektar itu menjadi
sasaran piknik para petualang untuk dapat
memuaskan rasa penasaran akan misteri semak belukar dan
uji nyali bagi para pemberani. Pagi itu 12 siswa Kelas
X memutuskan berangkat, membawa peralatan
kemping, bekal makan – minum untuk perjalanan 8
hari…… Setelah berputar-putar mencari tempat
sandaran, didapatlah batu sandaran.
Hari pertama dan kedua dilalui
dengan petualangan yang mengasyikkan. Tiba hari ketiga terdengar
gelegar ombak, perahunya pecah. Berhari-hari mereka cemas tak pasti.
Keluarga mereka menunggu dengan harap cemas. Polisi mengumumkan badai dan
gelombang bisa berlangsung lebih dari tiga bulan. Tidak
ada perahu dan Heli yang bisa mendekat. Para pelajar mulai cemas, lima orang
mengalami sakit, hari ke 7 makanan mulai menipis. Haqi salah
seorang diantara mereka, berinisiatif mengumpulkan
teman-temannya. “Kawan, kalau badai ini terus berlangsung
bagaimana, sementara persediaan makanan kita semakin
habis, Apa yang harus kita lakukan ?” tanya Haqi.
“Gak ada yang bisa dilakukan,
kamu sih kenapa ajak kesini ?” sergah Dodik temannya. “ Ya, Haqi ngawur
dan nekat ajak kita kesini” tambah Totoy.
“Kenapa kalian mau dan
ikut, aku kan tidak pernah memaksa, kalian yang ikut sendiri !
Sekarang suka tidak suka kita sudah disini, harus menerima kenyataan ini”
tandas Haqi.
Sampai hari kesepuluh, mereka
masih berdebat saling menyalahkan kenapa harus ke pulau ini.
- Sampai kapan mereka akan terus saling menyalahkan ?
- Apa yang seharusnya dilakukan, bila ternyata sampai 4 bulan
gelombang tinggi terus menghajar pulau itu ?
- Bagaimana mengatasi konflik diantara mereka ?
ANSWER Q1:
Sampai kapan mereka akan terus
saling meyalahkan?
Secara harfiah manusia adalah
binatang yang mempunyai akan budi dan moral yang tinggi di banding makhluk
lain. Manusia adalah makhluk sosial tetapi juga makhluk individu. Pada saat
seperti yang seperti diterjemahkan di atas, seseorang secara sosial harus
menggunakan pengaruh sosialnya kepada teman-temannya untuk mengatasi keadaan,
apakah mereka akan berkooperasi untuk mengatasi keadaan ini dan apakah yang
akan selanjutnya mereka lakukan, bisa saja siapa saja salah satu orang dalam
anggota ini, tetapi katakanlah dalam hal ini Haqi yang tiba2 terpanggil untuk
memimpin mereka karena kekuatan sosial mengarah kepadanya meskipun kekuatan itu
muncul karena menurut teman-temannya Haqi lah orang yang harus bertanggung
jawab atas keadaan yang mereka alami saat ini.
Karena haqi sudah memutuskan
untuk menjadi Pemimpin mereka, maka yang pertama harus dilakukan Haqi adalah menjelaskan
bahwa apakah mereka akan terus menyalahkan atau melakukan sesuatu, selain itu
haqi harus menerima seluruh cacian dan makian teman-temannya karena itulah
resiko dari seorang pemimpin. Setelah mereka puas mencaci maki maka tugas kedua
haqi adalah menenangkan mereka, setelah mereka tenang haqi harus mulai
mengumpulkan satu per satu keterangan serta cerita tentang apa yang teman-temannya
lihat dan perhatikan di pulau ini.
Dalam Situasi Emergency
terperangkap atau terdampar ada 4 tahap yang harus dilakukan sebelum mulai
Action, langkah-langkah itu jika disingkat menjadi S.T.O.P. dimana rangkaian huruf tersebut berarti
S : SIT
T : THINKING
O : OBSERVATING
P : PLANING
SIT
Sit arti sebenarnya adalah
duduk, dan itulah yang harus Haqi lakukan, mengajak teman-temannya untuk duduk,
karena secara psikologi duduk bisa membuat kondisi mental seseorang menjadi
lebih tenang dan terkontrol. Dalam kondisi psikis yang sangat terdesak dan
tidak berdaya seperti ini orang lebih banyak menyalahkan orang yang lain dari
pada mengatasi masalahnya tersebut sendiri, hal ini disebakan seluruh
fikirannya diselimuti oleh emosi dan mereka harus menemukan sesuatu untuk
pelampiasan dari emosinya tersebut. Maka setelah Haqi menerima semua luapan
emosi dari teman-temannya dia benar-benar harus mendudukkan teman-temannya
dalam arti yang sebenarnya dan tidak sebenarnya. Hal ini semata-mata untuk
mengendalikan kondisi psikis teman-temannya agar tidak larut oleh emosi.
THINKING
Setelah semua teman-tamanya
mulai duduk dengan tenang, haqi harus segera berfikir tentang apa yang akan
dilakukan selanjutnya termasuk mempertimbangkan resiko dan kemungkinan terburuk
yang mungkin bisa terjadi. Thinking disini juga termasuk memperhitungkan apa
saja yang dibutuhkan untuk hidup selama di pulau itu, dan cara agar cadangan
makanan dan kebutuhan selama 4 bulan di pulau itu bisa cukup dengan keadaan
yang paling terbatas.
OBSERVATING
Setelah resiko dan semua
possibility yang bisa dilakukan tersusun di benak Haqi, haqi harus segera
observasi lingkungan sekitar. Observasi tidak harus haqi lakukan sendiri dengan
mengelilingi pulau itu. Haqi bisa saja melihat apa yang ada di sekitarnya sebagai
sample dari keadaan pulau tersebut, observasi bisa juga dilakukan dengan
mengumpulkan informasi daan data dari teman-temannya yang lain dimana informasi
atau data yang dikumpulkan adalah untuk survival dan bertahan hidup di pulau
itu selama 4 bulan.
setelah observasi lingkungan
selesai, saatnya observasi teman-teman. Haqi harus menanyai serta melihat
potensi dari teman-temannya, karena hasil dari observasi personil ini akan
sangat membantu Haqi dalam membagi tugas dimana sesuai kemampuan teman-temannya
nanti.
PLANNING
Planning adalah tahap
merencanakan tindakan setelah semua informasi pendukung sudah terkumpul,
Planing di sini dimaksud, Haqi harus merencanakan tindakan riil yang harus
dilakukan agar bertahan hidup.
Dari hasil observasi tadi maka
Haqi harus membagi tugas, yang Laki-Laki berbadan kuat harus membuat tempat
berteduh untuk teman-temannya yang sebanyak 12 orang tersebut, karena wanita
fisiknya tidak sekuat Laki-laki maka wanita ditugaskan untuk mencari bahan
makanan yang bisa dia ambil sendiri, apabila tidak bisa, maka kelompok wanita
harus mengingat tempatnya dan nanti akan diambil oleh kelompok laki-laki. satu
orang wanita ditugaskan untuk merawat teman yang sakit agar segera sembuh dan
bisa membantu teman-teman yang lain. Sebagian kelompok dibentuk untuk
mengelilingi pulau untuk mencari bahan makanan tanpa membawa semuanya pulang,
karena seluruh bahan makanan akan digunakan dalam waktu 4 bulan, jika
dihabiskan seketika maka bulan ke 2 sampai 4 mereka akan kelaparan, jadi tim
pencari harus benar-benar mencari dan mengingat letak bahan makanan itu. Saat
berkumpul semua Haqi bisa membuat tanda SOS besar atau asap sebagai tanda
bahwadi Pulau itu ada sekelompok orang yang butuh bantuan.
ACTION
Saya kira action ini tidak
memerlukan banyak penjelasan, karena saat action bukanlah lagi saat berfikir
dan berbicara apalagi berdebat. Action adalah saatnya semuanya untuk KERJA…KERJA…KERJA…!!! Kerja sesuai
dengan planning tentunya.
Dengan planning penghematan
bahan makanan dan membuat tempat berteduh dan menunggu pertolongan maka
setidaknya Haqi dan teman-temannya bisa bertahan selama mungkin di pulau
tersebut sampai bantuan datang. Sembari juga Haqi dan teman-temannya punya
waktu 4 bulan untuk memikirkan solusi apabila bantuan datang terlambat dan
pulau itu sudah tidak ada bahan makanan lagi. Meskipun setidaknya mereka bisa
memakan pucuk-pucuk daun sebagai cadangan makanan terakhir mereka.
Mereka akan terus saling
menyalahkan sampai Haqi berani mengambil keputusan untuk memimpin dan mengambil
keputusan agar kelompok mereka bisa survive di pulau itu. Lalu dimungkinkan
selama 4 bulan itu akan terus terjadi perselisihan di dalam kelompok tersebut,
akan tetapi mau tidak mau mereka tetap akan melalukan planning yang sudah
direncanakan. Haqi harus membiarkan mereka marah, setidaknya mereka tetap mau
bekerja untuk hidup mereka. Karena Haqi yakin yang Haqi lakukan saat itu adalah
untuk kepentingan bersama-sama, bukan kepentingan Haqi semata.
SOAL KEDUA : ( Mewujudkan Daya
Saing )
Alkisah, di sebuah pulau yang
dihuni 5000-an penduduk, mereka hidup dengan nyaman.
Menyandarkan hidup dari bercocok
tanam dan menangkap ikan/nelayan, mereka hidup sederhana di
gua atau rumah kayu beratap daun. Setelah
kebutuhan dasarnya terpenuhi, mereka menginginkan hidup yang
lebih baik, mereka tidak bisa lagi hidup di gua atau beratap daun.
Mereka perlu membangun rumah, beli perabot dan sekolahkan anak. Mereka
menyadari kebutuhannya tidak cukup diproduksi di pulau itu. Mereka memerlukan
barang-barang seperti semen untuk membangun, perlengkapan toilet,
kaca dan lainnya untuk peningkatan hidup. Masalahnya, dari mana mereka dapat
uang? Apa yang bisa ditukarkan? Disinilah masalah Daya Saing
menjadi sebuah pertanyaan.
- Bagaimana mereka merancang dan mewujudkan Daya Saing ?
- Bagaimana agar tidak konflik dan
dapat terwujud sinergitas antar anggota masyarakat ?
ANSWER Q2:
Alkisah uang pertama kali
diperkenalkan oleh seseorang bernama Mr. Bank. Pada saat itu dikisahkan di
sebuah pusat perdagangan barter, manusia mulai kesulitan untuk melakukan
transaksi perdagangan, banyak barang-barang yang ingin di tukar tetapi tidak
saling membutuhkan, misalkan penjual sayur ingin menukar sayurnya dengan beras,
tetapi penjual beras tidak butuh sayur, yang penjual beras tersebut butuhkan
adalah susu, sedangkan penjual susu juga tidak butuh beras ataupun sayur, tapi
penjual susu tersebut butuh kain, seperti itulah kerancuan yang semakin membuat
perdagangan dengan cara barter saat itu menjadi sangat sulit dilakukan. Sampai
suatu ketika datanglah seseorang bernama Mr.Bank, beliau memberikan solusi baru
dengan cara membagikan kerang dengan tanda tangannya, setiap orang diberikan
masing-masing 20 keping kerang. Setelah itu Mr.Bank menjelaskan bahwa
kerang-kerang dengan tanda tangannya itu adalah untuk dijadikan alat tukar
menukar para pedagang di sana. Hari-demi hari-bulan demi bulan berlalu
perdagangan di sana menjadi sangat lancar dan mudah. Semua para pedagang di
sana sangat menyukai dengan sistem tukar kerang(saat itu belum ada uang) yang diberikan
oleh Mr. Bank tersebut. Suatu ketika Mr.Bank akan pergi dari pusat perdagangan
itu, dan seseorang penduduk pun bertanya. Lalu bagaimana mereka akan
mendapatkan kerang-kerang dengan tanda tangan Mr.bank lagi? Penduduk sangat
khawatir jika kerang itu habis maka perdagangan akan kembali rancu seperti saat
Mr.Bank belum datang. Mr.Bank menjawab dengan pasti “kalian akan mengetahui
cara mendapatkan kerang itu dengan sendirinya” lalu pergilah Mr.Bank tersebut.
Maka sejak sejak saat itu tempat penyimpanan uang disebut dengan BANK.
Dari cerita diatas dapat kita
ambil garis merah bahwa perekonomian akan lebih mudah dengan adanya alat tukar
yang bernilai pasti seperti kerang atau saat ini adalah uang. Maka dari cerita
ini kita mulai dapat mejawab satu demi satu pertanyaan di atas.
Bagaimana cara mendapatkan
uang? Cara mendapatkan uang adalah dengan menukar bahan-bahan yang dimiliki, hasil-hasil
pertanian, peternakan dan hasil tangkapan ikan dengan uang.
Dimana mendapatkan uang? Karena
di pulau sendiri belum ada uang atau masih sedikit uang yang beredar maka
mereka harus bertukar dengan pulau lain yang sudah memiliki uang. Sebagian
hasil pertanian dan peternakan mereka setelah dihitung cukup untuk memenuhi
kebutuhan pokok sendiri sisanya harus di tukar dengan uang untuk memenuhi
keinginan mereka. Dari sinilah ekonomi akan mulai berjalan meskipun masih
sangat pelan-pelan.
Di pulau tersebut
perekonomiannya baru berkembang berarti dapat dikatakan pulau itu adalah pulau
miskin, setiap wilayah miskin selalu mempunyai kendala. Kendala ekonomi yang
hampir pasti dialami oleh semua Negara atau wilayah yang baru berkembang adalah
mereka selalu terjebak pada lingkarang setan kemiskinan. Lingkaran ini seperti sebuah system seperti
mata rantai yang berputar dan tak memiliki ujung. Karena rantai ini tidak bisa
diputus maka tantangan bagi masyarakat dan pemimpinnya adalah bagaimana cara
agar rantai ini bukan menjadi lingkaran setan, tetapi mengubahnya menjadi
lingkaran kemakmuran. Mari sejenak kita lihat lingkaran setan itu seperti apa.
Gambar
diagram Lingkaran Setan kemiskinan

Lingkaran ini terhubung satu
dengan yang lain dan tidak bisa diputuskan. Dari diagram tersebut bisa kita
lihat alur lingkaran setan secara sistemik. Mari kita perjelas satu persatu
dari maksud diagram lingkaran tersebut.
1.
MODAL
Mari kita mulai dari modal. Apabila sebuah wilayah mempunyai modal
yang kecil yang terjadi adalah wilayah itu tidak mempunyai modal untuk
membangun bidang-bidang usaha di wilayahnya
2.
BIDANG USAHA
Karena kurangnya modal yang dimiliki wilayah tersebut,maka bidang usaha yang tidak bisa berkembang dan
bertambah. Karena bidang usahanya tidak bisa bertambah dan berkembang maka
pengaruh selanjutnya adalah kepada lapangan pekerjaan. Lapangan pekerjaan
disini tidak berarti harus bekerja di bidang usaha utama itu, akan tetapi usaha
lain termasuk wirausaha. Teori trickledown effect (dimana ada pusat
perekonomian maka daerah sekitarnya juga akan terkena dampak ekonominya baik
secara langsung ataupun tidak langsung, biasa disebut dengan efek tetesan air)
bisa berjalan secara otomatis meskipun secara global teori trickledown effect dianggap gagal oleh para pakar.
3.
LAPANGAN PEKERJAAN
Karena bidang usaha yang sedikit dan tidak berkembang, Maka bidang
usaha yang berdiri tersebut hanya bisa menyerap sedikit tenaga kerja. Ini
berarti terbatasnya lapangan pekerjaan yang ada di wilayah tersebut. Karena
lapangan pekerjaan terbatas maka pendapatan penduduk pun sangat sedikit, hal
ini dikarenakan yang mendapat lapangan pekerjaan hanyalah sedikit.
4.
PENDAPATAN
Pendapatan yang sedikit diakibatkan oleh sedikitnya lapangan pekerjaan
yang tersedia dan bisa dijalankan oleh penduduk.
5.
BELANJA
Karena pendapatan yang sedikit, maka hasil pendapatannya tersebut
hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Mereka tidak punya banyak sisa
pendapatan yang bisa mereka sisihkan untuk di tabung.
6.
TABUNGAN
Karena sisa uang mereka sedikit yang ditabung maka Bank pun mengalami
keterbatasan dana. Bagaimana tidak, dengan sedikitnya orang yang menabung di
bank berarti bank juga hanya punya sedikit uang untuk diputar sebagai modal.
Maka kembali lagi efeknya ke “MODAL”
Seperti itulah lingkaran setan
tersebut akan terus membelenggu pulau tersebut apabila tidak segera ditemukan
solusi untuk mengatasi dan keluar dari lingkaran setan.
Salah satu solusi terbaik untuk
keluar dari lingkaran ini adalah diantara MODAL dan BIDANG USAHA dimasukkan
investasi luar negeri atau luar pulau. Mari kita lihat lagi skemanya setelah
dimasuki inventasi dari luar pulau.
Gambar
Diagram Lingkaran Setan
Setelah
adanya investasi.




Dengan skema di atas maka terjadi
perubahan kekuatan di bidang usaha. Karena adanya investasi dari luar maka
bidang usaha akan berkembang semakin banyak di pulau itu, efek selanjutnya
adalah meningkatnya lapangan pekerjaan yang tersedia, selanjutnya efek merantak
ke pendapatan, belanja, tabungan, modal, dan kembali lagi ke Bidang usaha.
Dengan menerima investasi dari luar, penduduk tersebut sudah meningkatkan semua
unsur di dalam lingkaran tersebut.
Akan tetapi penting juga yang harus
dilakukan oleh penduduk adalah menjaga pendapatan mereka agar bisa di tabung
lebih banyak. Karena jika sampai pendapatan meningkat akan tetapi konsumsi
penduduk juga meningkat maka akan sama saja, tabungan di bank dan uang yang
akan diputar sebagai modal tetap sedikit. Maka
tugas pemimpinnya adalah menarik investor sebanyak mungkin untuk menanamkan
modal di wilayahnya, dan kepada
masyarakat pemimpinnya mempunyai tugas untuk mengingatkan memotifasi dan
mengendalikan pola konsumtif masyarakatnya agar tidak terperosok lagi dalam
lingkaran setan. Sosisalisasi menabung dan tidak over konsumtif harus terus
dilakukan oleh pemimpinnya.
Selanjutnya bagaimana agar para
investor berkeinginan untuk menanamkan investasi mereka di pulau itu? Para
penduduk harus komitmen dengan pemimpinnya bahwa akan mendukung investasi
tersebut karena investasi tersebut sebenarnya juga adalah untuk mereka sendiri.
Ada beberapa unsur yang penting dan dijadikan pertimbangan para investor ketika
akan menginvestasikan modalnya di suatu tempat. Saya tidak akan membahas
semuanya karena ini bukan kuliah, tapi saya akan membahas yang mungkin
dilakukan saja oleh penduduk pulau dan pemimpinnya.
Pertama pemimpin pulau harus mempromosikan pulaunya kepada orang-orang
dari pulau-pulau lain(investor). Pemimpinnya harus mempromosikan segala
kelebihan dan potensi pulaunya yang mungkin akan mengundang para orang dari
pulau lain tersebut untuk berinvestasi di pulaunya.
Selanjutnya pemimpin dan
penduduk pulau harus komitmen menjaga keamanan dan stabilitas pulaunya, jangan
sampai ada perselisihan yang menimbulkan kemungkinan akan membuat orang-orang
yang akan berinvestasi berpotensi mengalami kerugian. Cara yang dapat diambil pemimpinnya adalah melibatkan dan mempekerjakan
sebagian masyarakatnya di dalam bidang usaha yang dibiayai oleh investor. Dalam
hal ini pemimpin harus berlaku sebagai penengah dan sosialisastor bahwa
investasi sebenarnya adalah juga untuk penduduk. Investasi yang saya maksud
dalam hal ini bukanlah melulu pabrik atau industry, karena investasi bidang
pangan dasar juga sangat menarik minat investor, seperti penyediaan pupuk atau
pakan ternak, ekonomi agraris supaya tidak dilupakan, dengan adanya investasi
pendukung pertanian dan peternakan, maka penduduk yang bermata pencaharian
petani dan peternak pun bisa mendapatkan hasil tani atau ternak yang jauh lebih
menguntungkan daripada sebelum adanya investasi masuk.
Hal lain yang penting adalah
agar pemimpinnya mempermudah alur investasi yang harus dilalui oleh para
investor. Aturan dan birokrasi yang mudah akan sangat mengundang para investor
untuk menanamkan modalnya di pulau tersebut, bahkan jika bisa para investor
tersebut harus difasilitasi dikawal dari awal sampai akhir prosesnya
berinvestasi. Itu dinamakan pelayanan prima dengan ini masalah peningkatan
terselesaikan dan masalah konflik juga telah diatasi dengan adanya komitmen
dari penduduk dan pemimpin untuk maju bersama untuk pulau yang lebih baik.
SOAL KETIGA : ( Mewujudkan
Keunggulan yang berkelanjutan )
Setelah tahap kedua diatas
terlampaui, mereka mendapatkan apa yang diinginkan lewat karya dan
bertukar kebutuhan dengan warga pulau lainnya. Kini warga pulau itu
menyadari bahwa manusia dipulau-pulau lain banyak yang hidupnya lebih
menderita dari mereka, namun juga ada yang lebih maju. Warga
cendikia diantara mereka menyampaikan usul bahwa untuk mewujudkan
Keunggulan harus dengan cara memberikan sumbangan pada dunia
sekitarnya. Mereka juga sadar apa yang telah dicapai hingga
saat ini bisa hilang, karena itu harus dipertahankan. Tak ada pilihan
agar kualitas hidupnya meningkat, maka kemampuan individual
dan sosial warga pulau itu harus terus meningkat secara
berkelanjutan.
- Bagaimana mewujudkan sesuatu yang
bermanfaat besar bagi warga dunia ?
- Bagaimana menjaga keberlanjutan apa yang sudah dicapai ?
- Apa yang harus dilakukan agar dapat terus meningkatkan kualitas
dan kuantitas Daya Tahan, Daya Saing dan Keunggulan ?
ANSWER Q3:
Tak ada pilihan lain untuk
mempertahankan perekonomian yang sudah tersusun baik tersebut adalah dengan
meningkatkan ekonomi. Alasannya adalah saat ini penduduk tidak cukup hanya
mempertahankan atau menjaga apa yang sudah dicapai. Mau atau tidak mereka harus
meningkatkan taraf hidupnya. Jadi jika hanya membahas bagaimana mempertahankan
adalah terlalu stagnan atau jalan di tempat. Bandingkan jika yang dikonsepkan
adalah meningkatkan, maka otomatis termasuk di dalamnya adalah mempertahankan
apa yang dicapainya sekarang. Sebagian orang mungkin mengatakan bagaimana
mungkin meningkatkan jika mempertahankan saja tidak bisa?. Itulah pentingnya
pendidikan bagi penduduk pulau ini agar mengerti dengan sebenarnya bahwa
peningkatan tidak akan bisa tercapai, jika mempertahankan saja tidak bisa. Satu
jalan agar apa yang diperoleh saat ini oleh penduduk pulau bisa meningkat terus
adalah dengan meningkatkan SDM(Sumber
Daya Manusia).
Alasan mengapa pendidikan
begitu penting bagi semua orang adalah agar orang yang terdidik tersebut tidak
tergerus oleh waktu. Agar orang tersebut bisa terus berkembang secara dinamis
mengikuti atau bahkan beberapa orang diharapkan bisa mendahului zaman. Orang
yang berkembang secara dinamis mengikuti zaman adalah orang-orang yang akan
bertugas mempertahankan apa yang diperoleh penduduk pulau tersebut. Lain halnya
dengan orang-orang yang berkembang lebih dinamis dan mendahului zaman, mereka
adalah orang-orang yang harus ditugaskan untuk meningkatkan apa yang belum
didapatkan oleh masyarakat pulau tersebut. Dengan orang-orang berpendidikan
yang dinamis melebihi zaman ini diharapkan mereka mampu membuat terobosan-terobosan
baru untuk menggapai hal-hal baru, invention atau penemuan sektor-sektor
ekonomi baru lebih mungkin ditemukan oleh orang-orang yang segi dinamisnya
melebihi orang pada umumnya. Dengan penduduk yang berpendidikan maka akan
muncul dengan sendirinya mereka termasuk kelompok mana, dengan penduduk yang
berpendidikan maka para penduduk akan terus meningkatkan bidang usahanya,
begitulah beberapa orang yang melebihi zaman tadi akan memunculkan sektor
ekonomi kreatif, sektor baru yang belum terfikirkan oleh orang yang dinamis
mengikuti zaman.
Apa yang harus dilakukan agar
dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas Daya Tahan, Daya Saing dan
Keunggulan? yang harus dilakukan adalah meningkatkan SDM (Sumber
Daya Manusia) secara kualitas maupun kuantitas. Dengan apa? Dengan
pendidikan dan berbagai pelatihan serta pengetahuan-pengetahuan baru.
Ada 3 langkah penting untuk
meningkatkan keunggulan di pulau itu. Cara tersebut adalah : “EVOLUTION, REVOLUTION, INOVATION” mari
kita bahas satu per satu 3 langkah tersebut:
STEP 1. EVOLUTION
Banyak orang bijak mengatakan “dimanapun
itu, tidak akan ada yang pasti kecuali perubahan”. Maka dari itu diperlukan
evolusi, evolusi adalah tahap yang lebih tinggi daripada adaptasi(penyesuaian dengan lingkungan sekitar). Evolusi di sini
dimaksudkan perubahan yang harus selalu dilakukan sesuai dengan perkembangan,
permintaan dan peradaban penduduk itu sendiri, evolusi harus menuju ke yang
lebih baik. Perbaikan kebijakan publik yang diambil pimpinan untuk melindungi penduduknya
biasa dilakukan oleh semua negara setiap tahunnya. Inilah yang biasa disebut
dengan evolusi kebijakan, karena kebijakan pun harus dinamis dan menyesuaikan
zaman. Perubahan menyempurnakan sistem, kebijakan dan kerja keras adalah hal
mutlak untuk mempertahankan apa yang telah penduduk pulau ini dapatkan. Akan
tetapi ada beberapa perubahan yang begitu cepat sehingga evolusi tidak cukup
untuk membendung perubahan tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan jika evolusi
tidak bisa mengatasi perubahan tersebut? Dengan perubahan yang sangat besar hal
ini harus tetap dilakukan dengan “REVOLUSI”
STEP 2. REVOLUTION
Pernahkah anda mendengar
“Revolusi Industri”? ya!, revolusi
industri terjadi di belahan bumi eropa pada awal abad ke 18 sampai akhir abad 18,
disebut revolusi karena perubahan yang begitu besar di sektor industri, dari
semula semua kegiatan industri dilakukan dengan tenaga manusia beralih ke
tenaga mesin, hal ini dikarena ditemukannya mesin uap oleh JAMES WATT, produk-produk
yang diproduksi secara kecil dinganti dengan mesin mesin besar sehingga bisa
menghasilkan hasil yang lebih bagus kuat banyak, dan biaya yang lebih murah
pastinya. Efek dari peralihan ini adalah begitu banyak pengangguran baru
muncul, karena hampir seluruh tenaga manusia digantikan oleh mesin uap pada
saat itu. kemiskinan dan masalah sosial banyak timbul, dibarengi dengan
disparitas ekonomi yang begitu besar antara si miskin dan si kaya.
masyarakat eropa pada saat itu
terkena CULTURAL SHOCK yang begitu
luar biasa, mereka tidak bisa menerima perubahan besar yang secara tiba-tiba.
Akan tetapi bagaimanapun revolusi industri tersebut harus terus berlanjut dan
bahkan tidak bisa dihentikan.
Dari sejarah eropa di atas
penduduk pulau bisa mengambil pelajaran bahwa mereka harus selalu mempersiapkan
diri untuk perubahan yang besar, oleh karena itu sekali lagi pendidikan dan
sumber daya manusia yang matanglah yang mampu menerima revolusi sebagai bagian
yang tak bisa dipisahkan dari kemajuan peradaban. Bahkan kadangkala kemajuan
daya fikir dan SDM lah yang akan mendorong terjadinya Revolusi contohnya adalah
Revolusi pada tahun 1998, hanya saja masyarakat Indonesia lebih suka
menyebutnya dengan Reformasi. Intinya adalah revolusi perlu dilakukan jika
memang harus dilakukan, akan tetapi penduduk dan pemimpin pulau tersebut harus
mengerti betul efek dari revolusi itu sendiri, jadi sebelum dilakukan revolusi
harus dipersiapkan dengan baik masyarakatnya agar semua menerima revolusi itu
sebagai suatu perubahan yang biasa terjadi. Revolusi bisa disimpulkan sebagai
merubah yang sudah ada secara signifikan sehingga terbentuk sistem baru yang
lebih sesuai dengan peradaban penduduk pulau tersebut.
STEP 3. INOVATION /CREATIVITY
Setujukah anda dengan pendapat
bahwa JAMES WATT adalah seorang innovator dari mesin uap, ALEXANDER GRAHAM BELL
adalah innovator dan creator dari telepon, dan THOMAS ALFA EDISON adalah
creator atau innovator dari bola lampu? mereka di atas sebenarnya lebih pantas
disebut sebagai creator/inovator daripada finder(penemu) kenapa? Karena mereka
membuat mesin uap dan temuan lain itu melalui proses, riset dan perjuangan yang
sangat tidak mudah, oleh karena itu sebenarnya saya tidak setuju mereka disebut
penemu(seolah seperti menemukan uang di selokan). Kecuali satu ilmuwan yang
bisa disebut penemu yaitu ISSAC NEWTON, anda pasti tahu alasan kenapa ISSAC
NEWTON adalah penemu sejati tapi bukan karena teorinya melainkan karena
prosesnya saat dia menemukan apel jatuh beserta hukum gravitasinya, itulah yang
membuat dia benar-benar menjadi seorang penemu.
Inovasi adalah dari titik awal yang
tidak ada menjadi ada, apakah mereka di atas adalah orang bodoh? Jawabnya pasti
tidak. Bagaimana mungkin orang bodoh bisa membuat mesin uap?. Bagaimana mungkin
EDISON yang begitu bodoh bisa membuat bola lampu?. Kuncinya sekali lagi adalah
di kualitas SDM dan pengetahuan, dari mana pengetahuan itu didapatkan?. Salah
satunya adalah dengan sekolah atau peningkatan pendidikan. Untuk meningkatkan
peradaban yang mereka butuhkan adalah dengan terus meningkatkan SDM meningkatkan
inovasi-inovasi baru yang mendukung kemajuan pulau itu nantinya. Dan YANG MAMPU
MELAKUKAN INOVASI HANYALAH ORANG-ORANG DENGAN KUALITAS SDM TERBAIK. Maka dengan “evolution,innovation,dan revolution”
terjawablah bagaimana penduduk pulau itu harus dinamis untuk mempertahankan apa
yang dia dapat dan terus berusaha untuk meningkatkannya. Dengan inovasi para
creator di atas mampu memberikan manfaat untuk dunia, maka penduduk pulau itu
harus banyak yang menjadi creator/ innovator untuk memberikan manfaat kepada
dunia.
SOAL KEEMPAT : ( Mewujudkan
keunggulan Bojonegoro yang berkelanjutan)
Menjawab soal keempat ini
sebagaimana kasus diatas, sebenarnya juga menjawab bagaimana membangun Bojonegoro.
- Bagaimana Bojonegoro dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri
seperti pangan, energy, pendidikan dan lainnya ? Apa saja Kebutuhan yang
harus dipenuhi ? Bagaimana cara mewujudkannya ? Berapa lama waktu
diperlukan ?
(Modal
apa yang sudah ada, masalah apa yang dihadapi dan bagaimana menyelesaikannya ?
)
- Bagaimana Bojonegoro dapat
menciptakan Daya Saing ?
- Bagaimana Bojonegoro dapat
mewujudkan Keunggulan yang berkelanjutan
SELAMAT BERLOMBA & BERKARYA UNTUK BOJONEGORO.
- Yang kita
impikan,ayo kita wujudkan (inovasi)
- Yang hilang, ayo
kita rebut kembali
- Yang sudah baik, ayo
diteruskan
- Yang kurang, ayo
disempurnakan. (evolusi/revolusi)
ANSWER Q4:
PEMBANGUNAN
YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE) DAN BERDAYA SAING
Sebuah teori tentang pembangunan yang berkelanjutan menurut Dr.Sri
Adiningsih.
(Kepala Pusat Study Asia Pasific UGM pada Juli 2009)
“The Living
Triangle”
ENVIRONTMENT (LINGKUNGAN)
Penulis
sengaja menulis bidang Environtment berada di paling depan karena sangat
penting semua keputusan dan segala jenis pembangunan apapun untuk memperhatikan
keberadaan lingkungan. Kebijakan tentang lingkungan mungkin memang kebijakan yang tidak populer karena
tidak menyangkut secara langsung kepada ekonomi,
politik, atau sosial masyarakat, akan tetapi, pemerintah bukanlah ada untuk mengatasi
masalah ekonomi saja bukan hari ini dan besok, akan tetapi satu tahun sepuluh
tahun bahkan seratus tahun lagi, Memang saat ini sudah ada persyaratan
AMDAL akan tetapi sistem amdal pada prakteknya tidak cukup meredam kerusakan
akan bumi yang dilakukan oleh manusia karena permasalahannya adalah pada kesadaran manusianya yang kurang.
Pemanasan global dan berbagai kerusakan di tempat tinggal manusia(bumi) sudah
sangat banyak. Secara logis penulis ingin mengatakan “Apalah guna ekonomi meningkat hingga titik tertinggi apabila bumi
semakin rusak, oksigen semakin sedikit sehingga mungkin suatu saat bernafaspun
kita harus membeli kantung oksigen karena udara bersih sudah tidak bisa dihirup
bebas lagi, air bersih sudah semakin mahal karena air yang ada sudah tercampur
dengan asam, lalu apa makna dari pencapaian tingkat ekonomi tertinggi apabila
masyarakat lagi harus menambah biaya kebutuhan pokok mereka untuk bernafas
minum dan makan, ini akan menjadi semakin mahal dan secara keseluruhan tidak
ada artinya pendapatan bertambah tetapi konsumsi pokok juga bertambah bahkan
hidupnya semakin sengsara”. Mari kita jaga alam karena alam dan lingkungan
yang baik adalah warisan terbaik kita untuk anak dan cucu kita, warisan terbaik
generasi kita untuk seluruh dunia.
Secara
langsung ataupun tidak kita harus memepertahankan alam. Ada beberapa kebijakan
yang mungkin bisa dilakukan pemerintah dengan kemauan yang sungguh-sungguh.
Program
dan kebijakan:
1.
Memasukkan
pelajaran lingkungan ke kurikulum sekolah (muatan lokal).
Cinta lingkungan tidak harus dengan demo menolak pabrik-pabrik berpolusi tinggi
karena polusi yang diciptakan masyarakat keseluruhan lebih parah. Contohnya
adalah sungai-sungai di kota besar lebih banyak dicemari oleh limbah rumah tangga
daripada limbah pabrik. Ini membuktikan kurangnya kesadaran masyarakat untuk
menjaga bumi dimana tempat mereka tinggal. Hal yang bisa pemerintah daerah
lakukan adalah menunjukkan betapa bumi ini sudah banyak kerusakan kepada
generasi muda, tidak cukup hanya sosialisasi kepada generasi muda, pemerintah daerah bisa dan harus lebih
serius dalam menangani hal lingkungan ini. Di banyak Negara sudah banyak
dibahas terkait pemanasan global dan penipisan lapisan ozon tapi belum ada yang
membuat mata pelajaran lingkungan sebagai mata pelajaran wajib belajar. Dengan
membuat sayang dan cinta lingkungan ini menjadi mata pelajaran memiliki nilai
bahwa generasi muda akan tersadarkan secara terus menerus bukan hanya pada saat
sosialisasi. Bahkan saat mereka dewasa nanti pun mereka akan menciptakan bidang
ekonomi yang ramah lingkungan. Hasil dari pendidikan lingkungan tidak bisa
dinikmati 1 atau 2 tahun, mungkin paling cepat akan terlihat kabuapten Bojonegoro
lebih hijau, bersih udara dan airnya dalam 10 atau 15 tahun lagi. Maka suatu
saat nanti dengan generasi muda yang benar-benar faham akan pentingnya
lingkungan akan muncul pemimpin pemerintah, pengusaha, dan masyarakat yang
sangat ramah lingkungan. Kebijakan ini tidak terlalu banyak memakan anggaran.
Untuk masalah teknis seperti bab dan mata pelajaran bisa disusun oleh dinas
pendidikan serta pemilihan guru yang tepat untuk mengajarkan cinta lingkungan
adalah kewajiban semua orang dan para guru berkewwajiban menularkannya kepada
generasi muda. Selain itu Bojonegoro mungkin akan menjadi kabupaten pertama
yang mengajarkan ramah lingkungan secara serius kepada generasi muda.
2.
Papan
Reklame 10% untuk ajakan menjaga lingkungan/environtment. Lebih
serius lagi pemerintah daerah bisa menetapkan kebijakan gratis bahwa 10% dari
seluruh luas papan reklame yang dipasang di jalan-jalan adalah untuk slogan atau
ajakan kepada semua orang untuk menjaga bumi. Sebisa mungkin tulisan atau
gambar tersebut mengena di hati setiap orang yang melihatnya sehingga tersadar
hatinya bahwa bumi ini harus mereka selamatkan. Kebijakan ini tidak memerlukan
biaya yang besar cukup hanya keseriusan pemerintah daerah untuk membuat perda
atau perbup supaya kebijakan ini bisa terlaksana. Kebijakan ini mungkin sangat
tidak terasa manfaatnya dalam waktu singkat, akan tetapi menurut ilmu
psikologi, sesuatu yang disampaikan kepada seseorang secara terus-menerus dan
selalu maka hal itu akan menjadi kebenaran bagi orang tersebut, kebijakan ini
sama seperti jika calon presiden saat memasang baliho-baliho, kenapa baliho itu
menjadi penting? Karena jika disampaikan secara terus menerus maka secara tidak
langsung orang akan merasa dekat dengan calon presiden tersebut, begitu juga
jika kita menyampaikan terus-menerus tentang alam dimaksudkan agar masyarakat
merasa lebih dan lebih dekat dengan alam tempat tinggal mereka. Jika sudah
merasa dekat maka masyarakat tidak akan menyakiti alam lagi, dan mereka akan
mejaganya. Sedangkan cara menjaganya pastinya telah diajarkan di bangku sekolah
sebagai muatan lokal cinta lingkungan.
3.
Memberikan
Contoh Kepada Masyarakat Untuk Membangun Bangunan yang Ramah lingkungan. Cara
selanjutnya adalah memberikan contoh kepada masyarakat dengan cara membuat segala
jenis bangunan milik pemerintah yang akan di bangun merupakan bangunan yang
tidak hanya ramah lingkungan, akan tetapi mendukung lingkungan. Bangunan yang
hemat energy dan tidak beratap genteng melainkan beton yang bisa diberikan
tanah atau pot-pot yang berisi tanah untuk tanaman diatas bangunannya. Dengan
konsep ini konsep hijau pun bisa dilakukan di atas bangunan. Image yang akan
timbul adalah pemerintah memberikan contoh bagaimana cara mencintai lingkungan.
Meskipun lahan terpakai untuk bangunan kantor, pemerintah tetap menjaga
kelestarian lingkungan dengan memindahkan lahan hijau keatap kantornya, hal ini
sangat membantu mengurangi karbon dioksida karena karbon dioksida akan diserap
tumbuhan di atap tersebut pada saat fotosintesis. Konsep ini belum pernah
dilakukan dan dicanangkan oleh pemerintah manapun secara massal selain kota modern Masdar City di Abudhabi yang
menelan biaya puluhan milyard dolar sehingga membuatnya zero carbon, waste, and
fossil fuel free. Jika konsep ini dilaksanakan dengan maksimal maka pemerintah Bojonegoro
mungkin akan menjadi pemerintah kabupaten yang paling ramah lingkungan yang
termurah di seluruh dunia. Meskipun tidak akan bisa seperti Masdar City. Dengan
memberi contoh pelan-pelan disosialisasikan dan diharapkan agar dengan sukarela
masyarakat banyak meniru konsep ini, supaya masyarakat Bojonegoro banyak yang
memberikan sumbangan oksigen kepada dunia dengan tanaman di atap rumah mereka.
4.
Pengelolaan
Sampah Secara Bertahap. Saat ini sampah banyak menjadi
permasalahan serius di beberapa kota
besar, Bojonegoro memang belum mengalami masalah persampahan secara serius.
Alangkah baiknya jika mulai saat ini pemerintah mulai melirik pihak swasta
untuk mengolah limbah dan mengembangkan beberapa cara recycling sampah,
terutama untuk sampah non organik yang tidak bisa diuraikan.
SOSIAL (KEPENDUDUKAN,
PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN WELFARE STATE)
A. KEPENDUDUKAN
Pada sebagian daerah-daerah berkembang sering terjadi pertumbuhan
penduduk yang sangat pesat, hal ini disebabkan oleh meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya tingkat kematian akan
tetapi tidak diikuti oleh penurunan angka kelahiran, dan perpindahan penduduk
dari wolayah lain secara alamiah. Pertambangan penduduk menimbulkan :
·
Jumlah
pengangguran tinggi
·
Jumlah
tenaga kerja bertambah
·
Perpindahan
penduduk dari desa ke kota
·
Pengangguran
dikota besar bertambah
·
Tingkat
kemiskinan meningkat
Untuk mengatasi dan mencegah hal ini maka caranya adalah
dengan menekan angka kelahiran. salah satu cara adalah dengan terus
mengoptimalkan program KB karena program ini sangat efektif dan berhasil. Agar
lebih efektif pemerintah bisa membuat kebijakan untuk:
Memaksimalkan
fungsi mata pelajaran geografi yang saat
ini sudah ada di sekolah-sekolah. Bagaimana cara mengoptimalkan mata pelajaran
geografi dan apa hubungannya dengan menekan angka kelahiran? Mari kita bahas
sejanak tentang mengapa angka harapan hidup di Bojonegoro bisa mengingkat.
Dengan meningkatnya angka harapan hidup ini berarti masyarakata Bojonegoro
sudah semakin banyak yang mengerti tentang menjaga kesehatan dan ekonominya
juga sudah mulai meningkat. Dengan penjelasan di atas kita juga bisa
menyimpulkan bahwa penduduk Bojonegoro sudah semakin pintar dalan berfikir dan
berlogika untuk meningkatkan taraf hidupnya. Di kemampuan berlogika inilah kita
akan masuk dan memberikan pengertian tentang pentingnya menekan angka
kelahiran.
Pemerintah daerah bisa melakukan training khusus kepada
guru geografi secara rutin tidak mahal tetapi yang intensif dan terus pastinya
agar pengetahuan guru geografi tentang kependudukan meningkat dan bisa
menjelaskan kepada murid-muridnya tetntang pentingnya murid-murid ini harus
menunda atau mengendalikan jumlah anggota keluarga mereka nantinya. Lakukan
sosialisasi dan masukkan logika-logika kepada anak-anak muda terutama anak
sekolah tentang bagaimana resiko apabila mereka terlalu cepat dan terlalu
banyak memiliki anak, akibatnya adalah jika anak mereka tidak mampu bersaing
dengan anak-anak yang lain, anak mereka akan kesulitan mencari penghidupan.
Jadi mulai usia sekolah pemerintah wajib menekankan agar anak-anak sekolah
tidak terlalu cepat untuk menikah dan mempunyai keturunan. Selain itu dengan
optimalisasi guru geografi ini pemerintah juga bisa mencegah perkawinan usia
muda yang banyak terjadi di Bojonegoro. Dengan tidak menikah muda, mereka
mempunyai pilihan untuk meningkatkan pendidikan mereka, ini berarti sekali
menepuk masalah pertumbuhan penduduk, pemerintah sekaligus bisa meningkatkan
SDM dan IPM masyarakat Bojonegoro.
Pembatasan
Perpindahan Penduduk ke Bojonegoro apabila Alasan yang Kurang Jelas. Perpindahan penduduk menuju ke kota-kota besar menjadi
masalah serius hampir di semua kota besar bukan hanya di indonesia akan tetapi
di seluruh dunia. Hal yang diakibatkan dari perpindahan penduduk ini adalah
pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan yang sangat banyak dan terus
menerus meningkat kebutuhannya meskipun angka kelahiran sudah ditekan
habis-habisan. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kebutuhan lapangan
pekerjaan yang meledak adalah dengan membuat aturan yang lebih rinci tentang
kependudukan, siapa saja yang boleh pindah ke Bojonegoro dan alasan apa saja
yang diperbolehkan. Dengan aturan yang lebih ketat diharapkan yang mendapat
lapangan pekerjaan pertama adalah masyarakat Bojonegoro itu sendiri. Selain itu
dengan tidak mengkonsentrasikan pusat pertumbuhan ekonomi pada satu wilayah
juga bisa membantu mengurangi dan mencegah terjadinya perpindahan penduduk ke
kota, karena perpindahan penduduk ke
pusat ekonomi itu seperti laron(manusia) yang selalu mencari cahaya lampu
terdekat (pusat ekonomi), untuk hal ini akan akan dibahas lebih dalam lagi
dalam bab ekonomi.
B. PENDIDIKAN
Dalam
sebuah dialog interaktif yang membahas tentang “pendidikan bebas korupsi” di
salah satu stasiun televisi Jawatimur yang dihadiri banyak sekali pakar
pendidikan di Jawatimur, salah satu pakar mengutarakan sebuah pemikiran yang
diharapkan agar tidak ditelan mentah-mentah, akan tetapi harus disikapi dengan
harfiah dan konsep berfikir yang lebih panjang. Pernyataan pakar tesebut yang
dinyatakan di tengah acara adalah beliau berargument ”Bahwa jika ingin pintar, manusia tidak harus sekolah tapi harus
belajar”. Pendapat ini sangat
benar akan tetapi harus diterjemahkan dengan fikiran yang lebih panjang, dan
tidak untuk dikonsumsi mentah-mentah. Pendidikan formal(sekolah) tetaplah
menjadi penting bagi setiap orang, karena pendidikan formal adalah menjadi
barometer pengetahuan dan tingkat daya fikir seseorang. Pendidikan formal
(sekolah) tetap menjadi pendidikan primer, dan pendidikan nonformal adalah
sebagai pendidikan sekunder.
Dengan
menyatukan konsep (belajar tak harus di
sekolah) dan konsep konvensional (sekolah konvensional). Para murid harus
dikondisikan belajar meskipun mereka
tidak berada di sekolah, pemerintah dapat memberikan sarana belajar seluas
mungkin disetiap saat anak tersebut beraktifitas. Anak-anak banyak menghabiskan
waktunya dengan menonton televisi. Sedangkan tontonan yang disajikan televisi saat
ini sangatlah minim pendidikan untuk anak-anak. Saya yakin anak-anak tidak akan
menjadi lebih pintar jika yang
dilihatnya setiap hari adalah pahlawan dengan menaiki kerbau terbang. Ditambah
lagi tokohnya bisa berubah menjadi ular naga atau makhluk-makhluk mengerikan
yang lain dan memiliki pukulan jarak jauh. Apa yang ditonton oleh anak-anak
tersebut sama halnya dengan sesuatu hal yang disampaikan secara terus-menerus,
dan hal itu akan menjadi kenyataan dalam fikiran anak-anak tersebut. Alangkah
tragisnya jika anak-anak itu mempunyai keinginan jika dewasa nanti ingin
menjadi pendekar dengan kerbau terbangnya dan mengalahkan musuhnya dengan
pukulan jarak jauhnya.....?????
TIDAK…!!!,
anak-anak harus bermimpi, akan tetapi anak-anak juga harus dihadapkan dengan
realitas dan hal yang lebih logis, pemerintah kabupaten Bojonegoro dapat
mencegah hal ini dengan memberikan tontonan yang lebih baik kepada anak-anak.
Agar sepuluh tahun kedepan anak-anak itu memiliki rasio yang lebih baik dan
lebih mungkin mereka lakukan pada era nya nanti. Cara yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak salah satunya adalah dari televisi.
Jadi hal yang bisa dilakukan adalah:
Memberikan Opsi Tontonan
Televisi maupun Radio yang Lebih Mendidik dan Rasional.
Tontonan anak-anak masih sangat minim dengan unsur documenter dan tentang
fakta-fakta ilmiah. Yang menjadi kendala adalah film-film documenter tersebut
merupakan film yang mahal yang tidak semua orang bisa menontonya. Film
documenter tersebut hanya bisa dinikmati dengan tv kabel yang tiap bulannya
harus membayar, dan bagi anak yang orang tuanya tidak mampu memiliki tv kabel maka
mereka tidak pernah melihat film documenter yang sangat mendidik tersebut. Ada
beberapa chanel tv kabel tentang documenter yang sangat sarat berisi dengan
pendidikan, contohnya adalah : CNN, discovery chanel, atau national geograpich
chanel.
Kebijakan ini agak banyak
memakan anggaran apabila dilaksanakan, pendidikan
memang mahal bukan? Oleh karena itu jika ingin masyarakat mempunyai SDM yang
berkualitas tinggi pemerintah mau tidak mau harus membayar harga mahal
tersebut.
Pemerintah bekerja sama dengan
pihak penyedia layanan chanel documenter tersebut dan menyiarkannnya secara
gratis kepada masyarakat Bojonegoro secara keseluruhan.
Secara singkatnya Pemerintah membeli Hak
Siar dari TV kabel tersebut dengan membayar beberapa nominal untuk legal menyiarkan beberapa chanel
documenter tersebut supaya chanel tersebut secara bebas bisa dinikmati oleh
semua anak-anak baik yang mampu ataupun tidak mampu. Dengan begitu
pemerintah telah memberikan satu opsi tontonan yang mendidik kepada anak-anak.
Saat istirahat di sekolah, pada sekolah-sekolah yang di dalam ruang kelasnya
ada televisi, diwajibkan untuk menonton chanel tersebut agar murid-murid
belajar sekaligus beristirahat. Mungkin tidak banyak dari kita yang tahu
tentang chanel-chanel yang sangat mendidik ini tapi percayalah, chanel-chanel
ini memberikan pengetahuan yang sangat luar biasa untuk meningkatkan
pengetahuan anak. Untuk hal teknis hak siar dan cara penyiarannya kepada
masyarakat bisa ditangani oleh Dinas Kominfo.
Terus Memberikan Beasiswa Bagi
Murid Berprestasi, beasiswa sangat penting untuk terus diadakan. Banyak anak yang pintar
tetapi tidak mampu harus rela tidak menempuh pendidikan karena mereka masuk
dalam lingkaran setan perekonomian orang tuanya. Sejenak kita lihat skema
hubungan antara lingkaran setan ekonomi dan pendidikan:
![]() |
Diagram Lingkaran Setan Penndidikan
Berikut mari kita telaah lebih
dalam tentang skema ini dimulai dari pendidikan anak:
a.
PENDIDIKAN ANAK karena tabungan keluarga
sangat sedikit maka sebuah keluarga tersebut dilogikakan, apabila memiliki anak
yang pandai pun tidak akan mampu membiayai pendidikan untuk ke jenjang yang
lebih tinggi.
b.
PEKERJAAN, karena pendidikan
yang tidak tinggi maka anak tersebut juga akan mendapatkan pekerjaan yang rendah
sesuai dengan tingkat pendidikannya.
c.
PENGHASILAN, karena pekerjaannya
rendah, maka gaji yang dia peroleh juga tidak terlalu tinggi maka pendapatan
yang diperoleh pun tidak banyak.
d.
KEBUTUHAN POKOK, karena
pendapatan yang kecil maka pendapatan dibelanjakan untuk kebutuhan primer, dan
hanya tersisa sedikit saja untuk kebutuhan sekunder apalagi tersier.
e.
TABUNGAN,(biaya pendidikan)
karena pendapatan yang sedikit itu hanya cukup dibelanjakan untuk kebutuhan
primer maka uang yang disisihkan untuk menabung dan pendidikan anak sangatlah
kurang. Padahal tabungan ini adalah unsur pendukung pendidikan anaknya. Dan
kembali lagi ke PENDIDIKAN ANAK
Lingkaran
ini secara sistemik akan terus berputar sampai generasi berapapun, pemerintah
dapat memotong lingkaran ini dengan menyusupkan beasiswa diantara PENDIDIKAN
dan TABUNGAN (tabungan disini diibaratkan sebagai kemampuan sebuah keluarga
dalam membiayai pendidikan anaknya). Dengan begitu keluarga yang mempunyai anak
yang pintar tetapi tidak mampu pun akan tetap bisa menikmati pendidikan,
mendapatkan pekerjaan yang baik penghasilan yang baik, dan generasi setelahnya
tidak akan berada di dalam lingkaran setan lagi. Beasiswa harus ditambah dan
terus diintensifkan guna mendapatkan SDM baru yang berkualitas tinggi.
Pemberian Bantuan Untuk Suatu Sekolah Lebih Didasarkan Kepada
Kinerja dan Produktivitasnya Daripada Jumlah Muridnya. Cara ini merupakan bentuk sebuah reward untuk kerja keras para tim
pengajar di suatu sekolah. Juga merupakan kesempatan bagi sekolah-sekolah baru
untuk memacu prestasi anak didiknya. Dengan stimulant ini dapat diharapkan akan
terjadi persaingan sehat antar sekolah untuk membuat muridnya berprestasi dan
sekolah yang berprestasi tersebut mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah
tanpa mengabaikan sekolah-sekolah yang lain.
C. KESEHATAN
Kebijakan
penanganan masalah kesehatan di Bojonegoro sudah sangat bagus, sangat menghemat
anggaran. Semua masyarakat miskin gratis berobat ke Rumah sakit gol 3. Bukan hanya
gratis perawatan akan tetapi operasipun dibiayai pemerintah daerah. Bukan hanya
itu apabila orang mampu, tertimpa sakit, akan tetapi apabila dalam
pengobatannya menimbulkan resiko orang atau keluarga tersebut jatuh miskin maka
pengobatannya pun ditanggung oleh pemerintah daerah Bojonegoro. Yang menjadi
tindak lanjutnya adalah bagaimana pemerintah Bojonegoro bisa menangani beberapa
orang yang sengaja pindah ke Bojonegoro untuk memperoleh fasilitas pengobatan gratis
ini. Oleh karena itu masalah perrpindahan penduduk yang dibahas di depan
tentang pembatasan jumlah penduduk pindah ke Bojonegoro harus benar-benar
ditegakkan. Dihawatirkan adalah banyak orang baru pindah ke Bojonegoro dengan
penyakit yang memakan biaya banyak, akibatnya anggaran Bojonegoro membengkak
untuk membiayai orang sakit. Padahal Bojonegoro memberikan kebijakan ini untuk
ditiru kabupaten lain, dikhawatirkan yang
terjadi orang yang sakit parah dari beberapa kabupaten diarahkan ke Bojonegoro,
karena di Bojonegoro gratis.
Peningkatan fasilitas kesehatan sekaligus tenaga
ahlinya. Fasilitas
kesehatan sangat penting untuk ditingkatkan agar supaya masyarakat yang sakit
di Bojonegoro makin banyak yang tertolong dan bisa meningkat harapan hidupnya.
Mengadakan Penyuluhan ke Tempat
Pendidikan. Penyuluhan tentang kesehatan bisa dilakukan di
sekolah-sekolah, dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Yang perlu
disesuaikan adalah penyesuaian penyampaian dan materi antara tingkatan
pendidikan tersebut. Bagaimana penyuluhan kesehatan di sekolah dasar pasti akan
berbeda dengan penyuluhan di SLTP. Begitu juga SMA juga akan jauh berbeda
dengan format penyuluhan kesehatan yang diberikan kepada perguruan tinggi.
Untuk teknis materi dan pelaksanaanya bisa ditangani oleh Dinas Kesehatan.
D. WELFARE STATE
Bojonegoro
dari segi pendidikan dan kesehatan sudah sangat membantu meningkatkan kehidupan
sosial Masyarakat Bojonegoro. Sebuah wilayah ataupun kabupaten yang memacu
perekonomiannya habis-habisan tanpa memperhatikan kebutuhan sosial
masyarakatnya dinamakan “kapitalis” berarti dalam bagan “pembangunan yang
berkelanjutan” negara atau kabupaten tersebut berada di kolom ekonomi,
sedangkan negara yang menyamaratakan ekonomi seluruh rakyatnya adalah Negara
“sosialis” atau dalam bagan “pembangunan yang berkelanjutan adalah berada di
kolom sosial.
Pengimplementasian
“welfare state” sangat samar terlihat dan sulit dikatakan apakah sebuah wilayah
itu telah menjadi welfare state atau capital? Apakah dengan persentase dari
anggaran yang dikeluarkan pemerintah
untuk menjamin kehidupan sosial semakin besar akan menjamin negara itu sudah
menjadi negara welfare state? Contoh Negara yang menganut walfare state dan
anggaran untuk kebutuhan sosial mencapai 60% dari seluruh anggaran adalah
Negara-negara Skandinavia. Atau apakah seperti Selandia Baru yang kebutuhan
sosialnya memakan hanya 35% anggaran, akan tetapi dianggap menjadi Negara
welfare state yang paling ideal?.
Di
kabupaten Bojonegoro memang dibutuhkan sebuah konsep welfare state yang sejalan
dengan adat dan budaya masyarakat Bojonegoro. Bojonegoro tidak perlu
menggunakan 60% anggarannya untuk kegiatan sosial, akan tetapi lebih rasional
jika pemerintah Bojonegoro menganalisis kebutuhan sosial masyarakat Bojonegoro.
Bojonegoro dapat mengimplementasikan
welfare state dengan menambah kebijakan santunan serta pendidikan khusus untuk
para pernyandang cacat agar mereka tetap bisa
memberikan karyanya bagi dunia sekitarnya. Dinas dan instansi terkait selain
bertugas melatih dan memberi pendidikan khusus bagi mereka sampai bisa berkarya.
Dinas dan instansi terkait juga bertugas membantu memasarkan hasil karya mereka
untuk dipasarkan, selain memberikan santunan dan pendidikan khusus pemerintah
daerah juga memberikan perlakuan yang sama dengan orang normal lainnya.
Pemerintah Bojonegoro Aktif
Memberikan Penyuluhan dan Pelatihan Bagi Masyarakat Miskin.
Hal ini harus dilakukan karena masyarakat miskin harus tetap dibantu dalam
bertahan hidup, pemerintah harus sadar karena mereka miskin akibat ketidakmampuan
bersaing dengan generasi yang bependidikan tinggi. Oleh karena itu orang-orang
ini harus diberikan pendidikan praktis yang langsung bisa menghasilkan dan
meingkatkan pendapatan mereka.
Mendirikan atau Bekerjasama
dengan Wilayah Lain Untuk Menampung Lansia. Keberadaan
panti jompo akan sangat tanggung di Bojonegoro saat ini, oleh karena itu
mungkin sementara belum terlalu diperlukan panti jompo, cukup untuk pemerintah Bojonegoro
menangani para lansia terlantar dengan bekerjasama dengan wilayah Surabaya misalnya
untuk mengirimkan beberapa orang tua terlantar yang ada di Bojonegoro ke panti
jompo dan sekaligus membiayainya.
EKONOMI dan PUBLIK-PRIVATE-PARTNERSHIP
(P-P-P/MP3EI)
Ekonomi
adalah sektor yang harus terus dibangun karena kesejahteraan suatu wilayah dapat
dilihat dari bagaimana kekuatan ekonominya. Memacu ekonomi dalam hal ini adalah
memacu ekonomi yang cinta lingkungan, dan mempunyai rasa sosial kepada sesama.
Dalam tulisan ini saya tidak membahas secara rinci tentang cara teknis dan
data-data mikro, karena ini bukan sebuah karya ilmiah. Sebisa mungkin penulis menghindari
konsumsi anggaran yang berlebih. Layaknya prinsip ekonomi “Dengan anggaran
sekecil mungkin untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya”. Kebijakan ekonomi
menjadi sangat menarik bahkan begitu rentan dengan gejolak. Oleh karena itu mau
tidak mau peningkatan ekonomi adalah menjadi hal yang harus terus dipacu
habis-habisan untuk kesejahteraan bersama. Dari beberapa kesempatan dan sumber
daya yang dimiliki, hal yang bisa dilakukan pemerintah Bojonegoro antara lain:
A. SINKRONISASI DENGAN PEMERINTAH PUSAT
Sebelum merencanakan apa yang
harus dilakukan untuk membuat Bojonegoro menjadi berdaya saing dan memiliki
keunggulan yang berkesinambungan. Ada baiknya kita melakukan sinkronisasi
dengan program-program nasional. Dengan melakukan sinkronisasi bersama pemerintah
pusat maka kegiatan yang yang dilakukan pemerintah daerah akan didukung penuh
oleh pemerintah pusat. Salah satu program pemerintah pusat untuk percepatan
pertumbuhan ekonomi adalah tercantum dalam dokumen MP3EI.
Dalam dokumen MP3EI (Mastreplan
Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) disebutkan bahwa “Indonesia perlu memposisikan dirinya sebagai
basis ketahanan pangan dunia, pusat pengolahan produk pertanian, perkebunan, perikanan,
dan sumber daya mineral serta pusat mobilitas logistik Global”. Dari
kutipan diatas kita bisa ketahui bahwa secara nasional pemerintah pusat
menekankan beberapa faktor penting yang akan dibangun untuk percepatan ekonomi
nasional. Faktor tersebut antara lain: ketahanan
pangan, pertanian, perkebunan, perikanan,Sumber Daya Mineral, Mobilitas
Logistik.
Dalam dokumen itu juga
disebutkan “struktur ekonomi Indonesia
saat ini masih terfokus pada pertanian dan industri yang mengekstraksi dan
mengumpulkan hasil alam. Industri yang berorientasi pada peningkatan nilai
tambah produk, proses produksi dan distribusi di dalam negeri masih terbatas”
dari kutipan di atas berarti pemerintah pusat secara serius akan mendukung
berbagai industri yang bersifat peningkatan kualitas, produksi dan distribusi,
ini peluang yang bisa dimanfaatkan pemerintah daerah. Dan dari dokumen tersebut
dapat dipetik juga pemerintah sedang
membangun hal-hal yang menunjang percepatan pembangunan ekonomi nilai tambah
produk, dan produksi termasuk peningkatan arus informasi dengan peningkatan
Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Seperti di China Indonesia juga
mulai menerapkan yang disebut oleh
pemerintah pusat “Not bussiness as
usual” yaitu dengan PPP (Publik-Private-Partnership)
artinya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, antara
pemerintah-swasta-masyarakat harus bergerak bersama. Dengan cara ini diharapkan
sektor-sektor yang belum bisa pemerintah tangani akan ditangani oleh pihak
swasta dengan orientasi ekonomi sekaligus sosial.
Kerangka
Pembangunan P-P-P
Menurut
MP3EI
Kembali ke pemerintah kabupaten
Bojonegoro, bagaimana cara agar pemerintah Bojonegoro bisa memanfaatkan
kesempatan dalam MP3EI tersebut di atas sebagai peluang untuk melejitkan
pertumbuhan ekonomi kabupaten Bojonegoro yang bahkan bisa melebihi pertumbuhan
ekonomi nasional.
B. BEBERAPA TANGGUNG JAWAB YANG
DILIMPAHKAN/DIBEBANKAN KEPADA DAERAH.
Mungkin
anda pernah melihat dialog di salah satu stasiun televisi jawatimur yang
berjudul harmoni Indonesia, dalam sebuah kesempatan tema dari dialog tersebut
adalah APBN Sehat Untuk Pembangunan Berkelanjutan, dialog tersebut membahas
rencana kenaikan BBM yang beberapa saat lalu menimbulkan ketegangan sosial. Ada
hal yang sedikit bergeser dari tema akan tetapi menjadi sebuah peringatan
penting bagi pemerintah daerah. Isi dari dialog berisi bahwa pemerintah pusat telah memberikan berbagai
keleluasaan dan otonomi bagi pemerintah daerah, berbanding terbalik dengan
harapan pemerintah pusat, masih ada sebagian pemerintah daerah yang dianggap
kurang efektif menjalakan tugas-tugasnya mengatasi masalah-masalah
pemerintahan, ekonomi, dan kemasyarakatannya.
Untuk
memacu pemerintah daerah melaksanakan tanggung jawabnya menangani masalah
tersebut, pemerintah pusat membuat regulasi baru, salah satu regulasi tersebut
dengan melikudasi pemerintah daerah yang anggaran belanja langsungnya mencapai
70% ke atas dari anggaran daerahnya. Hal ini dilakukan pemerintah pusat agar
kendali keuangan di daerah yang dilikuidasi dipegang oleh pemerintah pusat
(merupakan bentuk dari resentralisasi).
Kebijakan
lain yang akan dilaksanakan yaitu memberikan indikator untuk kinerja pemerintah
daerah. Adapun indikator-indikator yang harus diselesaikan pemerintah daerah
adalah masalah: Pangan, Energy, Kemiskinan,
Pengangguran. Bagaimana dan apa hasil dari kinerja pemerintah daerah
mengatasi masalah tersebutlah yang akan menjadi indikator pemerintah pusat
dalam menilai kinerja pemerintah daerah.
Dengan
adanya MP3EI dan kebijakan penilaian kinerja dari pemerintah pusat, pemerintah Bojonegoro
dituntut untuk lebih kreatif dalam menjalankan perekonomiannya, semangat “not
bussines as usual” diberikan oleh pemerintah pusat dengan harapan akan muncul
bidang-bidang ekonomi yang tidak biasa, pemerintah Bojonegoro harus all out
untuk BREAKING THE HABBIT!!! dan menciptakan bidang ekonomi baru untuk
mendukung kebijakan pemerintah pusat.
C. PEMBANGUNAN GUDANG PENYIMPANAN
HASIL PANEN / LUMBUNG (Target:Pangan,perkebunan/ MP3EI; Ketahanan pangan/indikator)
Sejenak
kita bahas sedikit tentang hukum ekonomi. Hukum ekonomi tentang permintaan dan
penawaran berbunyi permintaan dan
penawaran selalu berbanding terbalik dan titik temu dari perbandingan
tersebut adalah harga, dimana jika barang melimpah maka penawaran meningkat dan
permintaan sedikit mengakibatkan penurunan harga, dan apabila barang sedikit
maka penawaran menurun dan permintaan meningkat mengakibatkan kenaikan harga.

Skema dimana permintaan dan penawaran selalu
berbanding terbalik
Mekanisme
pasar ini berlaku di semua tempat begitu pula di lingkungan masyarakat kita
yang mayoritas adalah para petani. Membangun gudang untuk menampung hasil bumi
para petani dimungkinkan akan sangat membantu para petani menjual hasil
panennya. Dengan gudang ini pemerintah dapat mengendalikan harga pasar sehingga
fluktuasi antara permintaan dan penawaran tidak membuat para petani merugi.
Pada
saat panen raya, begitu banyak gabah siap jual yang dimiliki oleh petani.
Petani harus menjual gabah ini menjadi uang untuk memenuhi kebutuhan hidup
mereka. Dengan gabah tersebut dijual, berarti gabah tersebut secara langsung
akan masuk dalam mekanisme pasar. Karena banyaknya petani yang menjual gabah
maka Gabah yang dijual dan masuk di mekanisme pasar sangat melimpah, permintaan
akan gabah masih tetap, dan kemampuan keuangan swasta terbatas untuk membeli
semua gabah yang dijual tersebut. Banyaknya gabah yang masuk ke pasar
mengakibatkan penawaran akan gabah meningkat drastis, peningkatan ini tidak
diikuti oleh peningkatan permintaan karena kebutuhan masyarakat akan gabah
masih sangat stabil. Karena penawaran meningkat dan permintaan tetap maka titik
harga bergeser ke bawah. Inilah mengapa pada saat panen raya gabah dihargai
sangat murah oleh swasta, dan pada saat paceklik gabah / beras menjadi sangat
mahal.
Untuk
mengendalikan hukum penawaran tersebut pemerintah dapat menggunakan gudang
hasil pertanian sebagai media pengendalian harga.
Misalkan
harga gabah normal adalah Rp.2500/kg, saat panen raya harga merosot menjadi
Rp.2200/kg dan pada saat paceklik harga gabah melabung hingga Rp. 2800/kg.
Pada
saat panen raya Gudang yang dimotori pemerintah daerah melakukan penawaran
pasar kepada petani dimana harga pasar pada saat itu Rp.2200/kg, pemerintah
memberikan harga Rp.2400/kg dan pada saat paceklik dimana harga pasar mencapai
Rp.2800/kg pemerintah menjual gabah di dalam gudang dengan harga Rp.2600/kg.
Dengan gudang ini maka petani akan selalu menikmati harga panen yang tinggi meskipun
pada saat panen raya, juga menikmati harga gabah/ beras yang terjangkau pada
saat musim paceklik.
Kabupaten
Sumedang adalah salah satu kabupaten yang memiliki lumbung padi di setiap
desanya, akan tetapi mekanismenya masih belum terorganisasi dengan baik
sehingga lumbung itu hanya berfungsi sebagai penyimpan hasil bumi saja belum
menyentuh ke sektor penguatan ekonomi. Dengan membangun gudang dan strategi
pengendalian mekanisme pasar yang baik, pemerintah Bojonegoro mendapatkan
manfaat yaitu: penguatan ekonomi petani,
ketahanan pangan yang stabil, mekanisme pasar yang terkendali.
Kemungkinan
buruk yang mungkin terjadi pada saat mekanisme ini dijalankan yaitu apabila ada
pedagang yang membeli komoditi pertanian dari daerah lain dengan harga murah
dan di jual di gudang hasil bumi pemerintah Bojonegoro dengan harga yang mahal.
Akibat dari kegiatan tersebut anggaran untuk membeli hasil bumi para petani
akan membengkak, dan gudang tidak cukup ruang untuk menampung hasil bumi yang
dijual petani. Pengawasan yang ketat untuk para petani serta pembatasan hasil
bumi yang bisa dijual ke gudang hasil bumi pemerintah dilakukan dengan seksama
sesuai dengan lahan yang diolah. Untuk masalah teknisnya bisa dilaksanakan oleh
Dinas pertanian.
D. MEMPERLANCAR DAN MEMPERCEPAT
PROSES INFORMASI (Target: MP3EI)
Laju komunikasi, teknologi
dan informasi yang berkembang dengan cepat, meningkatnya tensi-tensi politik
dan tuntutan orang terhadap pelayanan yang baik adalah alasan yang sangat kuat
untuk merubah birokrasi yang lambat, lama dan berliku-liku menuju birokrasi
yang cepat, efektif, efisien, dan komprehensif. Real time activity menjadi
tuntutan semua lapisan masyarakat untuk mendukung kegiatan ekonominya. Dengan
semakin murahnya media komunikasi dan informasi saat ini sebenarnya sangat
menguntungkan pemerintah dan swasta karena dengan informasi, perbedaan jarak
akan terasa hanya terhalang oleh dinding kaca. Semua bisa saling transaparan
dan terasa sangat dekat.
Digital Untuk Instansi Pemerintah. Tuntutan masyarakat semakin
meningkat. Pemerintah harus memberikan pelayanan yang super cepat, hanya dengan
membangun jaringan teknologi informasi komunikasi yang kuat dan cepat pemerintah
dapat memenuhi tuntutan masyarakat itu. saat ini banyak jasa penyedia jaringan
internet koneksi super cepat via satelit. Pemerintah bisa menggunakan jasa para
penyedia jaringan dan teknologi itu untuk mempercepat laju datanya, dengan laju
data yang cepat berarti birokrasi pun menjadi semakin cepat, efektif, efisien
dan komperhensif. Untuk jangka panjangnya
Perlu diperhatikan juga untuk perawatan dan upgrade yang dapat dilakukan kepada
perangkat-perangkatnya apakah bisa dilakukan secara berkesinambungan karena
teknologi berkembang dengan sangat cepat.
E. MEMPERCEPAT MOBILITAS LOGISTIK,
(Target: MP3EI; Energy/Indikator)
Mengusulkan
Akses Kereta Api Dari Bojonegoro Menuju Teluk Lamong
Double
railway merupakan salah satu giga project dari MP3EI untuk mempercepat arus
mobilitas logistik yang ada di pulau jawa. Bojonegoro adalah salah satu
kabupaten yang dilewati oleh proyek nasional ini. Dengan adanya double rail way
ini, arus barang akan menjadi semakin cepat karena kereta-kereta barang tidak
perlu lagi menunggu giliran untuk melewati rel satu per satu.
Dengan
double rail way ini pemerintah Bojonegoro sangat diuntungkan, arus logistik
akan menjadi sangat cepat, pabrik-pabrik tidak takut lagi berdiri di Bojonegoro
karena dengan rel kereta ganda (double railway) sangat memungkinkan arus barang
puluhan kali lipat lebih cepat dan lebih jauh jangkauannya dari sebelumnya.
Rel
ganda sangat membantu daerah-daerah yang dilewatinya karena dengan rel ganda
ini truck-truck yang bermuatan berat akan sedikit berkurang. Hal ini berarti
menurunnya resiko pengeluaran pemerintah daerah untuk perbaikan jalan dan angka
resiko kecelakaan lalu lintas juga akan menurun.
Lebih
jauh rel ganda ini dari sebelah timur berujung
di stasiun penumpang yaitu pasar turi dan gubeng sedangkan arus barang
bukanlah bertujuan ke stasiun penumpang melainkan bertujuan ke stasiun barang
atau pelabuhan. Jarak dari stasiun pasar turi dan gubeng sangat jauh untuk mobilisasi
logistik ke pelabuhan tanjung perak, selain itu juga harus bongkar muat, angkut
dan bongkar muat lagi di pelabuhan. Terlalu
banyaknya bongkar muat membuat biaya angkut semakin mahal bagi pasar, baik
produsen distributor maupun konsumen.
Karena
tanjung perak semakin penuh, pemerintah membangun pelabuhan baru yaitu
pelabuhan teluk lamong, sebagian wilayah gresik dan sebagian wilayah Surabaya.
Pelabuhan ini tidak berada di dalam kota Surabaya ataupun Gresik. Pelabuhan ini
adalah pelabuhan dengan jarak radius paling dekat dengan jalur rel kereta api. Pelabuhan ini adalah salah satu realisasi
proyek MP3EI juga. Yang bisa dilakukan pemerintah Bojonegoro adalah mengajukan dan mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui menteri BUMN
bahwa alangkah lebih baiknya jika pemerintah pusat membangun rel kereta api
dari dan menuju pelabuhan teluk lamong tersebut. Mobilitas logistik akan
dipangkas habis, tidak perlu lagi truk-truk besar, hanya perlu satu sarana
transportasi logistik, ya!, kereta api yang langsung bongkar muat di pelabuhan,
dengan begitu biaya transportasi bisa ditekan semaksimal mungkin sehingga
konsumen mendapatkan harga murah dan produsen mendapatkan laba yang tinggi.

Dialog Yang Dilakukan
Bupati Bojonegoro dengan Menteri BUMN
Dengan
rel ganda ini Bojonegoro seperti memilik pelabuhan sendiri, karena arus
barangnya yang nanti bisa lebih cepat dari sebelumnya. Akan tetapi akan lebih
cepat dan murah lagi apabila dari Bojonegoro ada akses langsung ke pelabuhan
sehingga hasil produksi lebih cepat naik ke kapal barang dan lebih cepat dikirim
dan dipasarkan. Dengan usulan Pemerintah Bojonegoro ini, yang menikmati
kemudahan dari rel ganda bukan hanya Bojonegoro saja, akan tetapi semua
kabupaten yang dilewati rel ganda, setelah itu tergantung pemerintah daerah
yang dilewati, apakah mampu memaksimalkan potensi double railway direct to
harbour tersebut menjadi kekuatan ekonomi atau tidak.
Dengan
arus barang yang tinggi diharapkan akan banyak investor mendirikan
perusahaannya di Bojonegoro, dengan banyaknya perusahaan yang berdiri maka
banyak pula tenaga kerja yang akan terserap oleh perusahaan tersebut.
Membuat aturan yang memperbolehkan pihak swasta berbisnis
di Jalur
Kereta Api
Mungkin
terlalu jauh jika sebuah kabupaten berbicara tentang sebuah BUMN sebesar PT.
KAI, akan tetapi setidaknya pemerintah Bojonegoro bisa mengusulkan melalui
menteri BUMN bahwa rel kereta api patutnya diswastakan juga seperti layaknya jalur
penerbangan yang juga memperbolehkan pihak swasta untuk ikut berbisnis di
dalamnya.
dengan
masuknya pihak swasta di jaluk kereta api maka lebih dimungkinkan: harga angkut barang (cargo)lebih murah,
pelayanan kereta api yang lebih baik, kereta penumpang juga lebih murah dan
lebih manusiawi daripada yang ada sekarang. Hal ini juga berimbas kepada
pemberdayaan swasta yang secara langsung akan mengakselerasi pertumbuhan
perekonomian nasional jadi penswastaan jalur Kereta api sebenarnya sangat
mendukung program MP3EI. “not business as ussual” ini adalah salah satu
semangat dari Publik-Private-Partnership dan “breaking the habbit” bahwa jalur
kereta hanya boleh dikelola PT KAI. Memasukkan swasta untuk ikut mendukung percepatan pembangunan dengan
PT KAI dalam bidang pengangkutan penumpang dan barang demi peningkatan kualitas
pelayanan dan peningkatan kepuasan konsumen Pengguna kereta Api, serta membuka
bidang usaha baru untuk percepatan Ekonomi. Contohnya
adalah dengan membuatkan aturan yang mengizinkan swasta untuk menidirikan
stasiun-stasiun barang, terutama untuk mendukung kegiatan logistik barang di
kawasan industri.
Dengan
memaksimalkan pelayanan dan fungsi kereta api diharapkan masyarakat akan banyak
beralih ke transportasi publik. Dengan beralihnya masyakarat ke sarana kereta
api maka kemacetan, kepadatan kendaraan pirbadi dan kendaraan angkut (truck
dll) dapat berkurang. Selain hal di atas, dengan banyaknya orang yang
menggunakan transportasi umum kereta api, maka konsumsi BBM akan sangat
berkurang, hal ini berarti konsumsi energy berkurang, berkurangnya polusi karena asap kendaraan
pribadi dan menurunnya resiko kecelakaan. Oleh karena itu kereta api adalah
transportasi alternatif terbaik yang harus terus dikembangkan pemerintah. Jika
pemerintah tidak mampu maka harus menggandeng swasta agar menjadi mampu.
F. SPREAD ECONOMICS EFFECT/
MERCUSUAR EKONOMI (Target: Kemiskinan, pengangguran/Indikator)
Meyakinkan
investor untuk serius membangun sebuah lapangan usaha di Bojonegoro tidaklah
mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menarik perhatian para
investor. Secara logika, para investor datang ke suatu tempat (Bojonegoro)
adalah untuk mencari uang. Maka disini mereka akan membangun usahanya, dan para
investor tersebut secara automatic membutuhkan orang-orang yang mau bekerja di
perusahaan yang dibangunnya tersebut. Jadi
sebenarnya para investor datang untuk memberikan penghasilan kepada masyarakat
dan membayar pajak. Maka kita tidak boleh mempersulit orang yang akan
memberi rakyat kita penghasilan dan memberi pemerintah sumbangan pajak.
Mempermudah alur dan ijin investasi jika perlu
diberikan kemudahan-kemudahan khusus, dan diskon perijinan akan
membuat investor beramai-ramai datang ke suatu wilayah tertentu. Selain
mempermudah lebih dalam lagi pemerintah daerah harus tetap menjaga dan memilih
investor mana yang bidang usahanya ramah lingkungan, yang mana yang memiliki
tanggung jawab sosial yang tinggi dan yang ninimal resiko konflik.
Langkah
selanjutnya setelah banyak investor masuk adalah penataan tempat untuk
investasi. Trickledown effect (pemusatan
ekonomi pada satu titik) telah gagal diterapkan di berbagai tempat. Belajar
dari kegagalan itu,
pemerintah bojonegoro dapat menempatkan perusahaan-perusahaan tersebut di
beberapa tempat yang tersebar. Namun tetap memungkinkan untuk pertumbuhan
ekonomi yang lebih cepat. Perusahaan-perusahaan ataupun pabrik-pabrik tidak
ditempatkan di satu lokasi (spread
economics effect) karena perusahaan tersebut adalah seperti mercusuar
ekonomi bagi masyarakat, sebarkan mercusuar-mercusuar itu di berbagai tempat
dan para penduduk akan datang ke tempat-tempat tersebut untuk bekerja. Dengan
demikian akan banyak nominal uang yang akan beredar di sekitar mercusuar itu.
Untuk
menyebarkan kesejahteraan di sekitar mercusuar itu dan mengubungkan mercusuar
satu dengan yang lain akan lebih mudah dari pada mengumpulkan semua mercusuar
itu dalam satu tempat dan harus menyebarkan kesejahteraannya ke berbagai
tempat. Setelah tahap ini pemerintah Bojonegoro tinggal menyediakan
fasilitas-fasilitas umum di sekitar perusahaan tersebut termasuk akses
transportasi dan komunikasi untuk memacu kecepatan penyebaran kesejahteraan di
sekitar tempat investasi (perusahaan/mercusuar tersebut).
G. MAKSIMALISASI PUBLIK-PRIVATE-PARTNERSHIP
DAN INVESTOR (Target: MP3EI)
Sebuah
konsep yang ditawarkan pemerintah pusat ini sangat kompleks apabila
dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Saat ini usaha pemerintah
Bojonegoro yang mengarah ke Publik-Private-Partnership adalah dengan adanya
konten lokal. Konten lokal menjadi bagian dari P-P-P karena jika konten local
dipatuhi oleh setiap pengusaha simbiosis yang akan terjadi adalah kesinambungan
antara Pemerintah-Swasta-Masyarakat (gambar
skema P-P-P)
Konsep
lain Publik-Private-Partnership yang mungkin bisa dilakukan adalah seperti yang
telah saya sebutkan diatas dimana pemerintah pusat memasukkan swasta untuk ikut
berbisnis di jalur kereta api.
REINVENTING GOVERNMENT (MEWIRAUSAHAKAN BIROKRASI)
Konsep Reinventing Government (Mewirausahakan
Birokrasi) pertama disampaikan oleh
David Osborne dan Ted Gaebler dalam buku mereka yang berjudul Reinventing Government: How the
enterpreneurial spirit is transforming the publik sektor. Buku
tersebut ditulis sebagai saran untuk membantu pencarian solusi di pemerintah
Amerika Serikat pada tahun 1993 yang menanggung beban berat sebagai akibat
ditanganinya seluruh kegiatan atau kebutuhan negara oleh pemerintah federal.
Meskipun disambut dengan sikap apatis,
lambat namun pasti, apa
yang disebut Reinventing government tersebut ternyata membawa angin segar bagi
pemerintah dalam menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi pada saat itu.
Apa yang terjadi pada
pemerintahan Amerika Serikat pada saat itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan
kondisi Indonesia saat ini dimana sebagian wewenang pemerintah pusat
didelegasikan pada pemerintahan di daerah (DESENTRALISASI).
Dengan berlakunya Desentralisasi, pejabat negara (di daerah) harus kreatif,
mandiri dan inovatif dalam melaksanakan tugas-tugas kepemerintahannya karena
inti dari otonomi daerah ialah keleluasaan dan kebebasan lebih luas untuk
menggali dan mengolah aset-aset alamiahnya. Pemerintah akan banyak bekerjasama
langsung dan lebih luas dengan swasta. Hal inilah yang menjadi cakupan dalam Reinventing Government
yang sering disebut juga dengan Mewirausahakan Birokrasi.
Mewirausahakan birokrasi
tidak berarti pemerintah daerah membuat sistemnya menjadi alat pencari uang
untuk meningkatkan pendapatannya. Akan tetapi mewirausahakan di sini juga
berarti pemerintah daerah mampu merangsang swasta untuk ikut membantu
pemerintah menangani tugas-tugasnya. Pemerintah daerah dapat melimpahkan
Beberapa wewenang yang bisa dikerjakan oleh swasta. Dengan memberikan anggaran kepada
pihak swasta dan memberinya tanggung jawab maka pemerintah telah meringankan
bebannya dan sekaligus merangsang pihak swasta untuk berkembang. Beberapa tugas
pemerintah Bojonegoro yang mungkin dapat dilimpahkan kepada pihak swasta antara
lain:
Mewirausahakan
Tugas Kebersihan Taman dan Lingkungan
Untuk yang paling banyak
dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia adalah melelang tanggung
jawab untuk menjaga kebersihan dan kerapian taman-taman kota serta
tempat-tempat lain yang strategis atau jalan-jalan protokol. Dengan menyerahkan
urusan kebersihan kepada pihak swasta maka pemerintah tidak lagi bertanggung
jawab membersihkan taman dan jalan setiap hari, melainkan hanya sebagai
pengawas kebersihan dan penilai kinerja pihak swasta, apabila pihak swasta
tidak mampu membersihkan kawasan yang menjadi tanggung jawabnya maka pemerintah
tinggal memutuskan kontrak dengan swasta dan mengganti dengan managemen
kebersihan swasta yang baru.
Mewirausahakan
Perawatan Jalan
Prediksi pembangunan
jalan di Bojonegoro adalah tuntasnya masalah pembangunan jalan pada tahun 2013.
Setelah tugas pemerintah daerah Bojonegoro tuntas dalam membangun jalan apakah
pemerintah akan terus menggunakan pegawainya untuk merawat dan memperbaiki beberapa
ruas jalan yang rusak dan mengalami perubahan permukaan jalan karena tanah
gerak Bojonegoro?
Untuk perawatan jalan pemerintah
Bojonegoro bisa menyediakan dana untuk dikelola oleh swasta serta menyertakan
tanggung jawab kepada swasta per wilayah untuk menjaga kualitas jalan di Bojonegoro,
dengan cara ini pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak perlu lagi menjadi
memperbaiki jalan yang rusak, cukup perlu perencanaan dana dan pengawasan serta
laporan dari masyarakat. Dengan cara ini pemerintah lebih bisa memikirkan
kebutuhan masyarakat yang lain.
Mewirausahakan
Pengelolaan Sampah
Sampah di era modern
telah menjadi lapangan usaha baru yang menjanjikan keuntungan. Pemerinth
Bojonegoro dapat memberikan sebagian kewajibannya untuk mengelola sampah kepada
swasta dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain sampah organic swasta
juga diperbolehkan mengelola sampah apapun asalkan dari Bojonegoro. Tempat
pembuangan akhir menjadi kantor pengelolaan sampah kabupaten Bojonegoro. Sampah
dapat menjadi masalah besar apabila Bojonegoro sudah menjadi wilayah dengan
Aktifitas ekonomi yang sangat tinggi. Oleh karena itu perlu perencanaan tentang
pengolahan sampah dari saat ini.
TATA
RUANG/ TAMAN KOTA
Tata ruang kabupaten
Bojonegoro memerlukan beberapa taman kota lagi untuk mempercantik tampilan dari
Kota Bojonegoro itu sendiri. Taman kota selain berfungsi sebagai paru-paru kota
juga dapat pula berfungsi sebagai tempat perekonomian alternatif, seperti
layaknya alun-alun kota sekarang dengan begitu banyaknya aktifitas ekonomi di
waktu malam hari. Diharapkan dengan taman kota yang baru dan penempatan taman
kota yang tepat dan strategis akan muncul pusat ekonomi seperti alun-alun yang
ke dua yang lebih teratur dan nyaman untuk pengunjungnya.
Bojonegoro
dengan segala potensinya diharapkan oleh pemerintah pusat menjadi pusat
pertumbuhan ekonomi baru berbasis migas. Untuk menjadi pusat pertumbuhan
ekonomi tidak hanya memelukan kebijakan ekonomi dan fasilitas ekonomi. Sarana
rekreasi sederhana dapat pemerintah Bojonegoro hadirkan untuk memberikan
peredam stress bagi masyarakat setelah bekerja keras.
Garis
besar yang kita ambil adalah pendidikan dan SDM adalah harga pasti yang harus pemerintah pacu demi kehidupan
masyarakatnya. Apabila SDM masyarakatnya bagus dan diberikan fasilitas yang
cukup maka daerah Bojonegoro akan melesat dengan sangat cepat. Namun untuk
melesatkan Bojonegoro pada tingkat tertinggi ekonomi, sosial, dan lingkungan
hidup, pemerintah tidak harus menunggu SDM meningkat. SDM bojonegoro banyak
yang bagus tidak kalah dengan SDM dari luar daerah bahkan luar negeri, hal ini
dibuktikan dengan banyaknya orang asli Bojonegoro yang pergi ke luar daerah
ataupun ke luar negeri dan mereka berhasil secara sosial ataupun finansial di
sana. Pertanyaannya kenapa mereka berhasilnya di luar daerah? Mungkin
jawabannya adalah karena di Bojonegoro pemenuhan fasilitas untuk mencapai
kemakmuran dan keberhasilan masih sulit dicapai. Dengan kebijakan yang tepat
dan pemimpin yang sangat memperhatikan segala aspek untuk kemakmuran masyarakat
kita sekarang ini, diharapkan kabupaten Bojonegoro bupati beserta seluruh
elemen masyarakat mampu membawa bojonegoro mencapai titik keadilan dan
kesejahteraan yang maksimal. AYO BOJONEGORO!!!.


Komentar
Posting Komentar